Jangan pernah simpan telur dalam kulkas! Ini alasannya

Jangan pernah simpan telur dalam kulkas! Ini alasannya – Telur merupakan salah satu sumber protein hewani yang paling mudah didapatkan. Entah itu telur ayam, telur bebek, hingga telur burung puyuh semuanya mengandung protein yang membantu membangun otot, melindungi tulang, memperbaiki suasana hati, hingga meningkatkan kesuburan.

Kebanyakan dari kamu pasti sering menyimpan telur di dalam kulkas dengan tujuan untuk menjaga kesegarannya. Nah, menurut penelitian terbaru yang diterbitkan dalam Journal of Food Protection dikatakan bahwa menyimpan telur dalam kulkas bisa menurunkan nilai gizinya.

“Dinginnya suhu dalam kulkas mampu membuat mineral dan enzim penting dalam telur hilang. Selain itu telur yang disimpan di dalam lemari es juga berada pada risiko tinggi untuk terkontaminasi bakteri salmonella,” terang penelitian yang dilansir dari boldsky.com ini.

“Salmonella sendiri merupakan jenis bakteri yang bisa menyebabkan penyakit menular seperti penyakit perut dan tipus. Agar kamu terhindar dari bahaya ini, maka sebaiknya simpan telur di suhu ruang saja dan konsumsi dalam jangka watu yang tidak lama,” saran penelitian tersebut.

Makan Seafood Sama dengan Konsumsi 11 Ribu Keping Plastik – Makan plastik? Yang benar saja! Tapi hal ini bisa saja terjadi karena partikel kecil dalam plastik yang disebut plastik mikro ternyata bisa bertahan lama dalam rantai makanan.

Plastik mikro dari sampah akan mencemari laut, hingga dimakan ikan, yang pada gilirannya dimakan oleh manusia.

Para ilmuwan memperingatkan, mereka yang suka seafood sama saja mengonsumsi 11.000 keping plastik mikro setiap tahunnya.

Belasan ribu keping plastik mikro itu akan menempel pada jaringan tubuh dalam jangka waktu yang sangat lama.

Peneliti dari University of Ghent di Belgia percaya bahwa plastik mikro yang terakumulasi dalam tubuh dari waktu ke waktu bisa menimbulkan risiko kesehatan jangka panjang.

Dan mereka mengatakan jumlah plastik yang diserap hanya akan bertambah buruk ketika polusi di lautan meningkat.

(Merdeka.com)

Unik, rumah mungil di Massachusetts ini terbuat dari kertas koran – Jika kelak kamu berkesempatan mengunjungi Rockport, sebuah kota kecil di Massachusetts, Amerika Serikat, coba mampir ke Pigeon Hill Street. Di sana ada sebuah rama dengan palang tergantung bertulisan Paper House. Kelihatannya memang cuma sebuah rumah sederhana dari kayu. Tetapi kalau didekati kita bisa melihat kalau dindingnya terbuat dari tumpukan koran yang dilem.

Dilansir Amusing Planet (21/1), Paper House dibuat oleh Elis Stenman, seorang insinyur dan penemu lokal pada tahun 1922. Rumah ini dibangun sebagai peristirahatan musim panas. Bagian dalamnya sama saja dengan rumah pada umumnya yang terbuat dari kayu. Tetapi dinding dan perabotan yang menghiasi ruangan dibuat dari tumpukan koran bekas yang dilem dan dilapisi pernis. Kursi, meja, rak buku, bahkan tirai dan jam dibuat dari surat kabar lama. Hanya piano yang terbuat dari kayu. Tetapi permukaannya masih dilapisi dengan lembaran surat kabar lama.

Paper House, Massachusetts, Amerika Serikat. 2017 Flickr

Paper House, Massachusetts, Amerika Serikat. 2017 Flickr

Paper House, Massachusetts, Amerika Serikat. 2017 Flickr

Paper House, Massachusetts, Amerika Serikat. 2017 Flickr

Jika kelak kamu berkesempatan mengunjungi Rockport, sebuah kota kecil di Massachusetts, Amerika Serikat, coba mampir ke Pigeon Hill Street. Di sana ada sebuah rama dengan palang tergantung bertulisan Paper House. Kelihatannya memang cuma sebuah rumah sederhana dari kayu. Tetapi kalau didekati kita bisa melihat kalau dindingnya terbuat dari tumpukan koran yang dilem.

Dilansir Amusing Planet (21/1), Paper House dibuat oleh Elis Stenman, seorang insinyur dan penemu lokal pada tahun 1922. Rumah ini dibangun sebagai peristirahatan musim panas. Bagian dalamnya sama saja dengan rumah pada umumnya yang terbuat dari kayu. Tetapi dinding dan perabotan yang menghiasi ruangan dibuat dari tumpukan koran bekas yang dilem dan dilapisi pernis. Kursi, meja, rak buku, cerita dewasa bahkan tirai dan jam dibuat dari surat kabar lama. Hanya piano yang terbuat dari kayu. Tetapi permukaannya masih dilapisi dengan lembaran surat kabar lama.

Stenman menyelesaikan Paper House dalam waktu dua tahun dan tinggal di sana sampai tahun 1930. Namun keseluruhan rumah, termasuk furnitur yang juga dibuat dari kertas dia selesaikan selama dua puluh tahun. Untuk melakukannya, Stenman telah menghabiskan lebih dari 100.000 eksemplar surat kabar – taruhan bola

Rumah ini masih berdiri tegak puluhan tahun setelah dibangun. Lapisan pernisnya sudah memudar, membuat lembaran koran di bawahnya terkelupas. Tetapi justru itu yang menjadikan Paper House menarik. Sebab kita jadi bisa membaca iklan-iklan vintage, hiburan tersendiri bagi para pengunjung Paper House.

Mengapa logo apotek adalah mangkuk dan ular?

Mengapa logo apotek adalah mangkuk dan ular? – “Karena kalau mangkuk dan gajah, mangkuknya pasti pecah!”

Itulah plesetan dari jawaban pertanyaan sebagian besar masyarakat. Tentu saja itu bukan jawaban yang sebenarnya. Tidak banyak orang yang bisa menjawabnya jika memang tidak mengerti sejarah di balik penetapan logo tersebut. Nah, di sinilah kita akan membahas itu.

Pada dasarnya, ular yang terdapat pada logo apotek di seluruh dunia adalah ular milik Aesculapius atau Asclepius, seorang dewa yang dikenal sebagai dewa pengobatan dan penyembuh dalam mitologi Yunani. Nah, Aesculapius memiliki hewan peliharaan berupa ular yang sangat setia. Masyrakat Yunani saat itu sangat percaya bahwa ular tersebut mendapat ilham untuk menyembuhkan.

Logo apotek Greek Medicine.Net

Saat itulah, ular milik Aesculapius dilambangkan sebagai penawar atau penyembuh segala macam penyakit. Namun dulu, lambah dunia kesehatan digambarkan ular yang melilit tongkat. Yang mana tongkat tersebut adalah milik Aesculapius. Akan tetapi, setelah Aesculapius meninggal, lambang tersebut berubah menjadi ular yang melilit sebuah mangkuk.

Lho kok mangkuk?

Ya, mangkuk tersebut adalah miliki Hygeia, salah satu anak perempuan dari Aesculapius. Entah mengapa, Hygeia dipilih sebagai penerus Aesculapius dibanding 4 putri lainnya, yaitu Iaso (Recuperation), Aceso (Recovery), Aglaea (Healthy Glow), dan Panacea (Universal Remedy). Hygeia digambarkan sebagai orang yang dewi kesehatan, kebersihan, dan sanitasi. Mungkin itulah mengapa kita sekarang mengenal kata ‘higienis’ dengan makna yang bersih. Besar kemungkinan kata tersebut berasal dari nama Hygeia.

Aesculapius dan Hygeia Greek Medicine.Net

Yang perlu diluruskan di sini adalah logo apotek itu sebenarnya adalah mangkuk dan ular. Bukan gelas dan ular. Pasalnya banyak sekali apotek di sekitar kita yang menggunakan gambar gelas.

Logo mangkuk yang dililit ular sejak saat itu telah menjadi Logo Apotek dan symbol dari banyak perkumpulan apoteker di seluruh dunia. Mangkuk Hygeia merupakan lambang Asosiasi Apoteker Amerika, Asosiasi Apoteker Kanada, Masyarakat Apoteker Australia, dan banyak asosiasi apoteker lainnya di seluruh dunia.

Begitulah penjelasannya, semoga bermanfaat.

*dikutip dari berbagai sumber.

(Merdeka.com)

Ilustrasi mencuci baju dengan garam. © Wikihow
Ilustrasi mencuci baju dengan garam. © Wikihow

Ilustrasi mencuci baju dengan garam. © Wikihow

Sejumput garam dalam air cucian bikin warna baju tak cepat luntur – Tahukah kamu, garam merupakan bahan ampuh untuk mempertahankan warna pada pakaian? Menambahkan garam saat pencucian pakaian bisa membuat pakaian berwarna cerah lebih awet. Metode pencucian ini paling pas untuk baju-baju dengan warna cerah yang biasanya cepat luntur.

Washing Machine Wizards menyarankan untuk menambahkan sekitar 2 sendok makan garam meja dalam air cucian. Tak hanya mempertahankan warna, garam juga bertindak sebagai pembersih noda yang membandel.

Rendam pakaian dalam air dingin yang sudah dicampur dengan garam selama beberapa waktu. Tunggu hingga garam terserap sempurna, kemudian cuci seperti biasa. Hal yang sama juga berlaku untuk pencucian dengan mesin.

Untuk pakaian berbahan denim, Reader’s Digest merekomendasikan campuran cuka dan garam untuk mempertahankan warna. Agar warna jeans tidak cepat pudar, rendam dalam larutan garam dan cuka dengan perbandingan 1:1.

Jangan lupa membalik jeans sebelum dicuci. Setelah itu keringkan dengan bagian dalamnya menghadap ke luar. Dengan begini, sinar matahari terus-menerus tidak akan melunturkan warnanya.

Kemeja berwarna cerah atau skinny jeans kesayanganmu sudah waktunya dicuci? Coba cara di atas, ya.

(Merdeka.com)