Makan Seafood Sama dengan Konsumsi 11 Ribu Keping Plastik – Makan plastik? Yang benar saja! Tapi hal ini bisa saja terjadi karena partikel kecil dalam plastik yang disebut plastik mikro ternyata bisa bertahan lama dalam rantai makanan.

Plastik mikro dari sampah akan mencemari laut, hingga dimakan ikan, yang pada gilirannya dimakan oleh manusia.

Para ilmuwan memperingatkan, mereka yang suka seafood sama saja mengonsumsi 11.000 keping plastik mikro setiap tahunnya.

Belasan ribu keping plastik mikro itu akan menempel pada jaringan tubuh dalam jangka waktu yang sangat lama.

Peneliti dari University of Ghent di Belgia percaya bahwa plastik mikro yang terakumulasi dalam tubuh dari waktu ke waktu bisa menimbulkan risiko kesehatan jangka panjang.

Dan mereka mengatakan jumlah plastik yang diserap hanya akan bertambah buruk ketika polusi di lautan meningkat.

(Merdeka.com)

Unik, rumah mungil di Massachusetts ini terbuat dari kertas koran – Jika kelak kamu berkesempatan mengunjungi Rockport, sebuah kota kecil di Massachusetts, Amerika Serikat, coba mampir ke Pigeon Hill Street. Di sana ada sebuah rama dengan palang tergantung bertulisan Paper House. Kelihatannya memang cuma sebuah rumah sederhana dari kayu. Tetapi kalau didekati kita bisa melihat kalau dindingnya terbuat dari tumpukan koran yang dilem.

Dilansir Amusing Planet (21/1), Paper House dibuat oleh Elis Stenman, seorang insinyur dan penemu lokal pada tahun 1922. Rumah ini dibangun sebagai peristirahatan musim panas. Bagian dalamnya sama saja dengan rumah pada umumnya yang terbuat dari kayu. Tetapi dinding dan perabotan yang menghiasi ruangan dibuat dari tumpukan koran bekas yang dilem dan dilapisi pernis. Kursi, meja, rak buku, bahkan tirai dan jam dibuat dari surat kabar lama. Hanya piano yang terbuat dari kayu. Tetapi permukaannya masih dilapisi dengan lembaran surat kabar lama.

Paper House, Massachusetts, Amerika Serikat. 2017 Flickr

Paper House, Massachusetts, Amerika Serikat. 2017 Flickr

Paper House, Massachusetts, Amerika Serikat. 2017 Flickr

Paper House, Massachusetts, Amerika Serikat. 2017 Flickr

Jika kelak kamu berkesempatan mengunjungi Rockport, sebuah kota kecil di Massachusetts, Amerika Serikat, coba mampir ke Pigeon Hill Street. Di sana ada sebuah rama dengan palang tergantung bertulisan Paper House. Kelihatannya memang cuma sebuah rumah sederhana dari kayu. Tetapi kalau didekati kita bisa melihat kalau dindingnya terbuat dari tumpukan koran yang dilem.

Dilansir Amusing Planet (21/1), Paper House dibuat oleh Elis Stenman, seorang insinyur dan penemu lokal pada tahun 1922. Rumah ini dibangun sebagai peristirahatan musim panas. Bagian dalamnya sama saja dengan rumah pada umumnya yang terbuat dari kayu. Tetapi dinding dan perabotan yang menghiasi ruangan dibuat dari tumpukan koran bekas yang dilem dan dilapisi pernis. Kursi, meja, rak buku, cerita dewasa bahkan tirai dan jam dibuat dari surat kabar lama. Hanya piano yang terbuat dari kayu. Tetapi permukaannya masih dilapisi dengan lembaran surat kabar lama.

Stenman menyelesaikan Paper House dalam waktu dua tahun dan tinggal di sana sampai tahun 1930. Namun keseluruhan rumah, termasuk furnitur yang juga dibuat dari kertas dia selesaikan selama dua puluh tahun. Untuk melakukannya, Stenman telah menghabiskan lebih dari 100.000 eksemplar surat kabar – taruhan bola

Rumah ini masih berdiri tegak puluhan tahun setelah dibangun. Lapisan pernisnya sudah memudar, membuat lembaran koran di bawahnya terkelupas. Tetapi justru itu yang menjadikan Paper House menarik. Sebab kita jadi bisa membaca iklan-iklan vintage, hiburan tersendiri bagi para pengunjung Paper House.

Ilustrasi mencuci baju dengan garam. © Wikihow
Ilustrasi mencuci baju dengan garam. © Wikihow

Ilustrasi mencuci baju dengan garam. © Wikihow

Sejumput garam dalam air cucian bikin warna baju tak cepat luntur – Tahukah kamu, garam merupakan bahan ampuh untuk mempertahankan warna pada pakaian? Menambahkan garam saat pencucian pakaian bisa membuat pakaian berwarna cerah lebih awet. Metode pencucian ini paling pas untuk baju-baju dengan warna cerah yang biasanya cepat luntur.

Washing Machine Wizards menyarankan untuk menambahkan sekitar 2 sendok makan garam meja dalam air cucian. Tak hanya mempertahankan warna, garam juga bertindak sebagai pembersih noda yang membandel.

Rendam pakaian dalam air dingin yang sudah dicampur dengan garam selama beberapa waktu. Tunggu hingga garam terserap sempurna, kemudian cuci seperti biasa. Hal yang sama juga berlaku untuk pencucian dengan mesin.

Untuk pakaian berbahan denim, Reader’s Digest merekomendasikan campuran cuka dan garam untuk mempertahankan warna. Agar warna jeans tidak cepat pudar, rendam dalam larutan garam dan cuka dengan perbandingan 1:1.

Jangan lupa membalik jeans sebelum dicuci. Setelah itu keringkan dengan bagian dalamnya menghadap ke luar. Dengan begini, sinar matahari terus-menerus tidak akan melunturkan warnanya.

Kemeja berwarna cerah atau skinny jeans kesayanganmu sudah waktunya dicuci? Coba cara di atas, ya.

(Merdeka.com)

Foto: Selfie di debat perdana pilgub DKI 2017 (Gibran Maulana Ibrahim/detikcom)
Foto: Selfie di debat perdana pilgub DKI 2017 (Gibran Maulana Ibrahim/detikcom)

Foto: Selfie di debat perdana pilgub DKI 2017 (Gibran Maulana Ibrahim/detikcom)

Momen Kebersamaan 3 Pasangan Calon di Debat Perdana Pilgub DKI Jakarta – Debat Pertama Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta 2017-2022 ini sudah selesai. Tidak hanya adu program, tiga pasangan calon juga memperlihatkan momen kebersamaan.

Debat perdana itu digelar di Hotel Bidakara Jakarta Selatan, Jumat (13/1/2017) malam. Tiga paslon tampil dengan mengenakan pakaian khas masing-masing dalam debat yang berlangsung selama dua jam tersebut.

Saat segmen 1 debat kandidat berakhir, ada momen menarik di atas panggung arena pertarungan. Cawagub nomor urut 2, Djarot Syaiful Hidayat, bisik-bisik dengan cagub nomor urut 3, Anies Baswedan.

Anies kemudian mendekat. Djarot, yang memakai baju kemeja kotak-kotak, seperti membisiki Anies. Anies pun terlihat tertawa di atas panggung.

Tak diketahui apa yang keduanya bicarakan. Sebelumnya, saat acara pengundian nomor urut pasangan cagub-cawagub DKI di JIExpo Kemayoran (25/10/2016), hal serupa pernah terjadi.

Usai debat, ketiga paslon bersalaman dan berpelukan hangat. Setelah itu, mereka kompak berfoto selfie.

Cawagub nomor urut 3, Sandiaga Uno memegang smartphone yang digunakan untuk selfie. Lima orang lainnya, kompak mendekatkan diri untuk bisa terabadikan lensa.

(Detik.com)

Ilustrasi sakit di hari pernikahan. © Arabia Weddings

Lakukan 4 hal ini jika jatuh sakit di hari pernikahan – Dari semua insiden yang mungkin terjadi di hari pernikahan, mulai dari pengantin pria yang kehilangan dasi, makeup artist datang telat, hingga cuaca mendadak mendung, tidak ada yang lebih menakutkan pengantin wanita selain kemungkinan jatuh sakit saat hari-H.

Lalu, bagaimana jika kelak Anda bangun dengan tenggorokan yang radang, kepala pusing, atau kondisi perut yang tidak enak? Tengok 4 tip di bawah ini untuk mempersiapkan diri dari kondisi yang tak terduga.

Lakukan tindakan pencegahan

Nasihat ini pasti sudah sering didengar, tapi sekarang saatnya untuk benar-benar melakukannya. Usahakan untuk tidur 8 jam setiap malamnya, meneguk banyak air putih, rutin melakukan olahraga, dan membiasakan mencuci tangan usai menggunakan transportasi umum atau memegang sesuatu yang sering disentuh orang banyak.

Pastikan tubuh tetap sehat dengan melakukan rutinitas di atas beberapa minggu sebelum resepsi pernikahan. Sebagai tambahan, hindari mengonsumsi makanan-makanan yang tidak biasa dikonsumsi satu atau dua hari sebelum hari-H. Ini untuk mencegah terjadinya masalah pada pencernaan kelak.

Sediakan Kotak P3K

Selain mempersiapkan permen penyegar napas, jepit rambut, peniti, dan cairan penghilang noda, penting juga untuk selalu menyediakan kotak P3K yang berisi obat-obatan. Terutama jika Anda memiliki alergi atau penyakit tertentu.

Pergilah ke apotek terdekat dan masukan obat-obat yang mengandung bahan ini dalam daftar belanjaan: ibuprofen untuk sakit kepala, antacids untuk mual, bismuth untuk masalah perut, krim mengandung hydrocortisone untuk kulit gatal atau ruam, phenazopyridine untuk infeksi kandung kemih, antihistamines untuk pilek, dan sirup batuk. Tapi pastikan obat yang dibeli tidak menimbulkan efek samping mengantuk.

Atur rundown acara sesuai kondisi

Apabila kondisi tubuh sudah sangat lemah dan perlu dilarikan ke UGD, maka atur segala jadwal proses pernikahan dengan kondisi yang ada. Misal, jika mengistirahatkan tubuh selama 30 menit di UGD bisa membuat tubuh kembali kuat dan bugar, maka lakukanlah. Kemudian minta pihak wedding organizer untuk memodifikasi tatanan upacara yang ada. Buat proses menjadi lebih pendek sehingga ketika Anda dan calon suami datang bisa segera langsung mengucapkan janji nikah.

Minta bantuan dari sahabat

Tak peduli apa yang akan terjadi di hari pernikahan, ingat bahwa saudara, orang tua, dan para sahabat akan tetap ada di samping Anda. Mereka akan dengan senang hati membantu dan melakukan apapun untuk membuat suasana menjadi lebih baik. Jadi biarkan mereka melakukan ‘tugasnya‘. Misal, menyeduhkan secangkir teh hangat, memberikan pijatan ringan di punggung, atau sekadar menyediakan bantal hangat untuk meredakan nyeri perut.